Sudut Pandang Berbeda Part 2
Assalamu'alaikum wr.wb
Alhamdulillah, atas nikmat sehatMu yang begitu luar biasa Allah..
Tulisan ini merupakan lanjutan dari "Sudut Pandang Berbeda" , kita akan ulas dan sama-sama belajar menganalisa bahwa menilai sesuatu itu tidak cukup dari 1 sudut karena dibalik laku manusia masih ada hati yang tersembunyi dan tidak semua orang lain mengetahuinya.
Kita semua pasti pernah merasakan dinilai sebelah mata oleh orang disekitar kita.
Benar atau betul sahabat? hehe.. :)
Siapapun orangnya pasti punya alasan, baik buruk hati orang tidak ada yang tahu.. dan tulisan ini hanya mencoba berusaha untuk saling mengingatkan dan sama-sama belajar untuk berpikir terbuka, tidak kaku menilai sesuatu dari 1 sudut.
Sahabat.. ada sample pristiwa yang akan diceritakan dalam tema ini, siap membaca dan menganalisanya? ^_^
Semoga bisa membuka pola pikir kita semua untuk mendekati sikap bijak untuk menilai sesuatu.
Sore itu, seorang ayah terlihat senang keluar dari rumahnya padahal tetangganya tahu bahwa istrinya sedang sakit dan anaknya yang masih kecil ia tinggalkan. Pagi hari ia bekerja menjajakan jualannya dan ketika sore ia selalu pergi keluar rumah dengan pakaiaan rapih dan wajah bergembira, baru kembali ke rumah waktu subuh.
Tetangga yang melihat banyak sekali yang bertanya-tanya bahkan mencibir dibelakangnya, setiap hari ia tidak lepas dari gunjingan. Sampai suatu ketika, sore hari ia pergi diikuti oleh salah seorang teman secara sembunyi-sembunyi.. Tibalah ia disuatu bar kecil, terkejutlah temannya sebutlah pak Wan. Pak Wan tak habis pikir, ternyata temannya yang dikenal baik dan ahli ibadah terjerumus kedunia seperti itu saat istrinya tengah sakit.
Pak Wan melihat temannya itu sedang asik berbincang dengan seorang wanita penghibur sambil memegang botol minuman yang masih tertutup, walaupun tidak terdengar apa yang dibicarakan oleh mereka tapi pak Wan menilai dari apa yang dilihat bahwa ekspresi wajah temanya itu seperti orang tengah bahagia.
Sudah seperempat malam pak Wan terus membuntuti dan mencari informasi akan temannya.
Lagi-lagi apa yang ia lihat.. ternyata pak Wan menjumpai pemandangan yang lebih mengerikan lagi.. semakin malam bar semakin padat dengan wanita penghibur yang cantik-cantik dan berpakaiaan minim, pak Wan yang tahu aturan agama juga hampir ikut tergoda..ia hanya bisa geleng-geleng kepala dan bersedih mengetahui apa yang terjadi malam itu.
Sampai waktu subuh saat mau pulang, pak Wan melihat temannya menyempatkan membeli banyak minuman alkohol untuk dibawa kerumah padahal ia tahu .. kehidupan ekonominya masih dibilang pas-pasan. Sungguh disayangkan hal seperti ini jika pak Wan tidak melaporkannya kepada tokoh desa setempat.
Orang yang disebut ayah, yang dibanggakan oleh istri, anak beserta para sahabatnya itu ternyata bermuka dua.Terlihat baik didepan dan dibelakang melakukan hal yang tidak pantas.
Semenjak itu kehadirannya tidak dianggap lagi oleh banyak orang, karena terlalu banyak pembicaraan negatif tentangnya.
Tak bosan orang yang disebut ayah itu melakukan hal yang sama setiap harinya. Sampai suatu hari ayah tersebut jatuh sakit dan meninggal dunia sepulang dari bar.
Tubuhnya tergeletak ditengah jalan dan tak ada seorangpun yang mau membawanya pulang bahkan meminggirkannya ditepi jalanpun tidak.
Di rumah, istrinya khawatir karena sudah hampir siang belum juga pulang, sampai ada kabar suaminya telah meninggal dunia.
Lemaslah sudah sekujur badannya, airmata mengalir deras dan terdengar teriakan hebat yang keluar dari mulutnya. Tetanggapun akhirnya keluar berhamburan dari rumah masing-masing dan segera mendatangi kediamannya.
Bukan hanya ucapan belasungkawa melainkan adapula cibiran tentang suaminya, namun ia membalas dengan senyuman dan ucapan syukur kemudian ia langsung berdoa pada Allah memohon agar doa yang diinginkan almarhum terkabul dan ditempatkan pada syurgaNya.
Seorang ahli ulama setempat melihat sunggu sabar dan solehahnya seorang istri yang sudah diperlakukan seperti itu oleh suaminya namun ia tetap meminta kebaikan pada Allah atas almarhum, lantas ahli ulama bertanya: "Saudari mengapa engkau menginginkan doa dari suami mu terkabul, padahal ia telah melakukan perbuatan tercela dibelakangmu dan meninggalkanmu setiap malam untuk bertemu dengan wanita penghibur padahal ia tahu engkau dalam keadaan sakit?"
Akhirnya dengan rasa haru, bercambur bahagia.. istri solehah itu bercerita..
"Pak.. aku tahu banyak orang yang membicarakan kepergian suamiku ke bar, berbincang-bincang dengan wanita penghibur, pulang diwaktu subuh dan membeli banyak minuman padahal ia hanya seorang pedagang dan banyak yang menyayangkan mengapa orang rajin beribadah bisa seperti itu.
Pak.. kalau mau tahu.. ia pergi ke bar untuk membela agamanya..
Ia berbincang-bincang dengan wanita penghibur karena ia ingin mengajaknya untuk kembali lagi kejalan Allah dengan cara ia datang tanpa putus asa sambil bermodal keyakinan serta nasihat agar pintu hatinya terketuk ia berharap dan berdoa suatu saat nanti wanita penghibur tersebut akan jauh lebih mulia dimata Allah. suamiku berharap agar semakin banyak penghuni syurga nanti.. sebagaimana disebutkan wanita solehah adalah perhiasan dunia, maka hendaknya dijaga karena islam memuliakan wanita.
Minuman alkohol yang ia beli, ia bawa kerumah dan dibuangnya bukan untuk konsumsi sendiri.. karena ia berusaha mengurangi agar tidak banyak diminum oleh banyak orang. lagi-lagi ia tidak menginginkan banyak umat yang masuk kedalam neraka.
Mengenai kabar saya sakit, karena suami saya semata-mata tidak ingin saya terlalu sering keluar rumah dengan tujuan menjaga kehormatan istrinya".
Semua orang yang mendengar cerita itu, tercengang dan bersedih karena ia salah menilai.
Ahli ulama itu kemudian bertanya kembali: : "lantas apa yang suamimu inginkan sampai engkau berdoa agar doanya terkabul?"
"Beliau sering berdoa dan berbesar harap agar saat beliau telah wafaat beliau ingin ingin membawa amal banyak, disholatkan oleh banyak orang termasuk banyak ahli ulama dan mendoakannya juga".
Tidak disangka ahli ulama tersebut segera meminta pada segenap keluarga, kerabat serta ahli ulama lainnya untuk menyolati dan mendoakan almarhum.
Banyak sekali yang ikut belasungkawa, termasuk wanita-wanita penghibur yang pernah ia nasihati agar kembali kejalan Allah dan akhirnya mereka bisa tersadar.
Subhanallah...
Penilaiaan buruk tetapi bermakna baik..
Sahabat,
Janganlah terlebih dahulu menilai suatu keburukan, melainkan kita harus melihat dari banyak sudut agar kita paham.. mungkin saja yang terlihat buruk belum tentu semuanya buruk dan sebaliknya..
Semoga kita semua bisa lebih bijak dalam menilai sesuatu dari orang lain. Aamiin :)
-Dwi Zulfiyah-
Jangan lupa cek koleksi Baju muslimah keluarga hanya di https://www.facebook.com/Griyaummi.indramayu dan https://www.facebook.com/SaharaPusat/
Dapatkan juga spesial diskon dimomen tertentu, semakin sahabat banyak berbelanja bisa semakin nikmat diskonnya ^_^
Wassalamu'alaikum wr.wb


Comments
Post a Comment